Lima Syarat Untuk Berbuat Maksiat

Maksiat memang enak. Tetapi, enak yang berujung kesengsaraan. Itu sebabnya, Allah melarang kita mendekati maksiat. Tetapi, lantaran enaknya itu, masih juga banyak yang ngeyel untuk tetap melakoninya.

Buat yang masih ngeyel, silakan tetap maksiat, asal penuhi dulu 5 syarat. Suatu hari, seorang lelaki menemui Ibrahim bin Adham, seorang sufi pada abad 9. Dia berkata, ” Wahai Abu Ishak ( anak Ibrahim bernama Ishak. Itu sebabnya ia di panggil Abu Ishak ). Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasehat. “

Mendengar perkataan tersebut, Ibrahim berkata, ” Jika kamu mau menerima 5 syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan¬† maksiat.” Lelaki itu dengan tidak sabar bertanya. ” apa syaratnya ? “

Ibrahim berkata, ” Syarat pertama, jangan memakan rezekinya. ” Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, ” Dari mana aku mau makan ? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah ?

” Ya !” tegas Ibrahim bin Adham. ” Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan – Nya ? “

Yang Kedua, ” kata Ibrahim. ” Kalau mau bermaksiat, jangan tinggal di bumi – Nya ? ” Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati.

Ibrahim kembali berkata kepadanya, ” Pikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki – Nya dan tinggal di bumi – Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan – Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: