Tiga Golongan yang Pertama Merasakan Neraka

Suatu hari, Nabi MUhammad SAW ditanya tentang berperang karena riya ( pamer ), berperang karena keberanian dan berperang karena kesetiaan, manakah diantaranya yang ada di jalan Allah ? Beliau menjawab, ” Orang yang berperang agar kalimat Allah lah yang paling tinggi, maka dia berada di jalan Allah. “

Isilah pelajaran tentang keikhlasan dari beliau. Pada kesempatan lain, beliau juga mengabarkan tiga golongan manusia yang pertama – tama diperintahkan untuk merasakan api neraka. Mereka adalah qari Al – qur’an, para mujahid dan orang yang menyedekahkan hartanya. Tetapi, ketiganya punya motif tersendiri. Mereka melakukannya agar dikatakan, ” Fulan adalah qari’, fulan adalah pemberani dan fulan adalah orang yang dermawan,” Dengan kata lain, amal mereka tidak ikhlas karena Allah.

Padahal dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, ” Allah berfirman : ” Aku adalah yang paling tidak membutuhkan persekutuan dari sekutu – sekutu yang ada. Barangsiapa mengerjakan suatu amal, yang di dalamnya ia menyekutukan selain – Ku, maka dia menjadi milik yang dia sekutukan. Dan Aku terbebas darinya’.” ( HR Muslim ).

Di dalam hadits lain disebutkan, Allah berfirman pada hari kiamat:: ” Pergilah lalu ambillah pahalamu dari orang yang amalanmu kamu tujukan. Kamu tidak punya pahala disisi Kami. “

Sulit memang menjaga keikhlasan dalam beramal dan beribadah. Banyak definisi ikhlas. Tetapi, tujuannya sama. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya mengkhususkan Allah sebagai tujuan dalam ketaatan. Ada juga yang berpendapat, ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari perhatian manusia, termasuk pula diri sendiri. Orang yang ikhlas tidak riya dan tidak ujub ( berbangga diri ).

Al Fudhail berkata : ” meninggalkan amal karena manusia adalah riya, mengerjakan amal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas ialah jika Allah memberikan anugerah kepadamu untuk meninggalkan keduanya.”

Sedang Al Junaid berkata : ” Ikhlas merupakan rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat sehingga dia mencatatnya. Tidak diketahui setan sehingga dia merusaknya dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya. “

Yusuf bin Al Husein berkata : ” Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas. Betapa banyak aku mengenyahkan riya dari hatiku, tapi seakan – akan ia tumbuh lagi dalam rupa yang lain . ”

Sedang ulama lain, penulis Manazilus Sa’irin berkata : ” Ikhlas artinya membersihkan amal dari segala campuran. “ Dengan kata lain, amal itu tidak dicampuri sesuatu yang mengotori karena kehendak – kehendak nafsu, entah karena ingin memperlihatkan amal itu tampak indah di mata orang – orang, mencari pujian, tidak ingin dicela,mencari pengagungan dan sanjungan, karena ingin mendapatkan harta dari mereka ataupun alasan – alasan lain yang berupa cela dan cacat, yang secara keseluruhan dapat disatukan sebagai kehendak untuk selain Allah, apapun dan siapapun. 

wallahu a’lam bishawab

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: