Beda Karomah Allah dan Ilmu Gaib dari Jin

Para tukang sihir melemparkan utas – utas tali ke hadapan Nabi Musa As. Seketika, tali itu dalam pandangan manusia, termasuk nabi Musa As, berubah menjadi ular – ular yang siap menyerang. Allah pun menyuruh Nabi Musa As melemparkan tongkatnya. Seketika, tongkat itu berubah menjadi ular yang besar. Ular besar itu langsung mencaplok habis ular – ular jadi – jadian hasil kerja tukang sihir.

Baik yang dikerjakan tukang sihir maupun Nabi Musa As, sama – sama mengagumkan dalam pandangan manusia biasa. Tetapi, sesungguhnya ada perbedaan mendasar.

Saat ini, fenomena seperti itu pun banyak kita jumpai ditengah kita. Banyak hal aneh dan mengagumkan di pamerkan orang – orang berilmu. Mulai dari kekebalan tubuh dari segala macam senjata, hingga ” ketepatan ” ramalan.

Perbedaan antara yang dikerjakan tukang sihir Firaun dengan respons Nabi Musa As terletak pada sumbernya. Tukang sihir menggunakan kemampuan yang diperoleh dari kerjasama dengan setan. Sedang Nabi Musa As mendapatkan karomah dari Allah.

Salah satu tolok ukur karomah adalah bahwa orang yang mendapatkannya adalah orang yang saleh dan lurus dalam beragama.

Dia adalah orang yang lurus akidahnya, sehat cara berfikirnya, benar ibadahnya, dan mulia akhlaknya.

Memiliki iman yang kuat kepada Allah dan selalu berusaha mengikuti teladan Rosulullaah SAW. Ia juga menerapkan syariat islam secara serius baik dalam diri maupun keluarganya. Satu lagi yang paling penting, dia selalu dalam misi memperjuangkan Islam, jihad dan dakwah mengajak kepada kemurnian ajaran islam.

Manusia saleh seperti inilah yang biasanya Allah berikan kemuliaan ( karomah ) hal – hal yang diluar kebiasaan umumnya. Dan kemuliaan itu datangnya dari Allah SWT sebagai bentuk penghargaan-Nya atas ketaatannya dan ketundukannya kepada agama Islam.

Karomah ini datangnya begitu saja dari Allah. Yang bersangkutan bisa jadi sama sekali tidak sadar bahwa Allah memberinya karomah seperti ini. Dengan kata lain, biasanya karomah ini bukan berbentuk kemampuan yang bisa digunakan kapan saja semaunya. Tetapi, hanya akan datang pada saat memang Allah menghendakinya. Bila Allah tidak menghendaki, tidak akan terjadi lagi, meski orang itu berusaha melakukannya. Jadi dalam karomah itu, yang bersangkutan itu sama sekali tidak pernah merasa punya kemampuan lebih itu.

Ilmu gaib pemberian jin berbeda sekali dengan karomah. Pelakunya bisa saja orang fasik yang tidak pernah sholat, tidak bayar zakat, tidak menutup aurat dan jahil terhadap syariah Islam.

Pemilik ilmu gaib biasanya menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi atau mencari rezeki. Bahkan, untuk memberikan pertolongan kepada kebatilan. Kemampuan ini biasanya di dapat dengan cara dipelajari atau dimintakan kepada jin. Tentu saja dengan pembayaran yang intinya harus mengerjakan perbuatan mungkar, meski tersamar.

Memang kemampuan itu bisa digunakan kapan saja sekehendak si empunya ilmu gaib. Bahkan bisa dipertontonkan di layar TV untuk mengundang decak kagum pemirsa dan berujung kepada mendatangkan iklan serta uang.

Intinya, karomah adalah anugerah dari ketaatan kepada Allah dan hanya diberikan kepada hamba yang saleh. Sedangkan, Ilmu gaib adalah bentuk kemungkaran dan kesesatan serta hanya dilakukan oleh mereka yang jahil, sesat dan kosong imannya.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: