Makin Mengingkari Allah, Makin Sakti

Berulangkali para ulama menyampaikan, setan tak pernah memberikan bantuan dengan cuma – cuma. Hubungan dengan setan, mungkin saja di bungkus dengan istilah kerjasama. Ada juga yang menyebutnya ” memanfaatkan kemampuan ghaib mereka “. Di samping Itu, ada yang merasa tak masalah lantaran kerjasama itu dilakukan dengan jin muslim.

Tetapi, hakikatnya semua sama saja. Berhubungan dengan jin, baik dia mengaku muslim atau bukan, baik itu kerja sama saling menguntungkan ataupun manusia berposisi sebagai majikan, sama – sama terlarang di dalam islam. Tentu saja, penegasan para ulama itu berdasar pada firman Allah.

” Dan bahwasanya ada beberapa lelaki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa lelaki dari kalangan jin. Maka, jin – jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. “ ( QS. Al – JIn : 6 )

Dosa dan kesalahan adalah efek utama dari berhubungan dengan setan. Dan itulah sesungguhnya misi utama mereka. Sesuai garis perjuangan yang ditetapkan nenek moyang mereka, iblis, ketika diusir Allah dari surga dulu.

Maka, kalau seseorang yang menjalin kemitraan dengan setan kemudian mendapatkan kemampuan – kemampuan supranatural, sesungguhnya yang diperolehnya tak sebanding dengan dosa dan kesalahan yang menumpuk di pundaknya. Ibnu Taimiyah menyebut kerelaan orang ini untuk menanggung dosa dan kesalahan sebagai suap bagi setan yang menjadi mitranya. Suap agar ia mendapatnkan kemampuan – kemampuan supranatural tadi.

” Setan, secara jiwa adalah jahat. Jika ada orang yang mendekatkan diri kepada setan dengan menggunakan jimat – jimat, mantera – mantera, buku – buku sihir dan yang lainnya yang merupakan kekufuran dan kesyirikan, maka semua itu seperti suap bagi mereka. Dan mereka ( setan ) akan memenuhi sebagian keinginannya, “ kata Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa.

Makin besar suap, otomatis makin banyak yang didapatkannya. Maka, makin besar dan kesalahan yang dipersembahkan kepada setan, makin banyak pula kemampuan syaithani yang diberikan setan kepada manusia yang jadi mitranya itu.

Jangan heran kalau kemampuan ghaib tiap dukun, tukang sihir  dan mitra – mitranya setan berbeda – beda. Sebab, ” upeti ” yang mereka berikan kepada setan juga berbeda – beda.

” Setiap kali penyihir bertambah ingkar, jahat dan melawan Allah dan Rasul-Nya serta merusak hamba – hamba beriman, maka sihirnya akan lebih kuat dan ampuh, “ kata Ibnu Qoyyim. ” Itulah sebabnya sihir para penyembah patung lebih kuat dari sihir ahli kitab. Dan sihir Yahudi lebih kuat dari sihir mereka yang masih mengaku muslim, “ jelasnya.

Ingat, rumusnya sudah jelas. Yakni makin jauh dari Allah, makin banyak yang diberikan oleh setan. Sebaliknya, makin jauh dari setan, makin banyak karunia Allah akan diterima.

Silahkan pilih,…

mau kesaktian sementara dari setan ???  Atau kebahagiaan abadi dari Allah ???

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: