Lawan Setan, Kuatkan Stamina

Dalam sebuah pertandingan olahraga, taktik dan strategi adalah hal yang penting untuk mengalahkan lawan. Tak kalah pentingnya adalah stamina. Dalam pertandingan tinju misalnya. Lawan yang kalah strategi dan taktik mungkin bisa dikanvaskan berkali – kali. Tetapi, kalau lawan menang stamina, ia mungkin bangkit dan bangkit lagi setelah dikanvaskan. Hingga pada akhirnya, si juara stamina ini bakal ganti menganvaskan si juara taktik dan strategi.

Setan adalah petarung yang tangguh. Modal utama untuk mewujudkan cita – citanya menyesatkan sebanyak mungkin manusia sudah dimiliki, yakni tekad yang kuat. Strategi dan taktik, ia jagonya. Apalagi, proses kaderisasi dari zaman iblis ( nenek moyangnya setan ) terus berlangsung sampai hari kiamat kelak. Walhasil strategi dan taktik penyesatan yang mereka koleksi dari zaman awal penciptaan manusia amatlah beragam.

Bagaimana dengan stamina ?

Suatu ketika, ulama dari generasi tabi’in, Hasan Al Basri ditanya oleh seseorang. ” Apakah setan itu tidur ?”

Hasan Al Basri tersenyum seraya berkata, ” Kalau setan tidur, kita bisa beristirahat. “

Artinya, stamina setan luar biasa. Mungkin satu dua kali kita bisa mengalahkannya. Tetapi, kalau kita kalah stamina, pada gilirannya, setan ganti mengalahkan kita.

Itu sebabnya Allah mengingatkan orang – orang yang beriman untuk selalu memandang setan sebagai musuh. Artinya, selalu bersiaga dengan taktik dan strategi didukung stamina yang kuat dalam menghadapinya.

” Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Sebab itu pandanglah dia sebagai musuh. Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala – nyala. “ ( QS. Faathir : 6 )

Nabi Muhammad SAW pun menegaskan dalam sabdanya : ” ORang beriman berada dalam lima hambatan : orang beriman yang mendengkinya, orang munafik yang membenci, orang kafir yang memerangi, dan setan yang menyesatkan dan kehendak nafsu yang merayu. “ ( HR. Abu Bakar bin Laal dari Anas ).

Bagi setan sendiri, keimanan seseorang adalah hambatan baginya dalam upayanya mewujudkan obsesi meyesatkan manusia. Maka, tatkala setan mengahadapi hambatan dalam memberikan bisikan dan tipu daya, ia akan mengubah taktik dan strateginya. Demikian seterusnya, sehingga dia mampu menerobos jalan untuk menyesatkan umat manusia.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Sesungguhnya setan menyelinap ke dalam tubuh anak adam laksana mengalirnya darah didalam tubuh. “ ( HR. Bukhari dan  Muslim )

Seorang mukmin akan senantiasa terjaga selama hatinya tidak terketuk dan berlutut kepada setan.  Sepanjang iman masih berkumandang di dalam dada,  setan tak akan berhasil menaklukkannya. Tetapi, sekali saja staminanya melemah ditandai dengan merosotnya iman, setan akan berjaya melontarkan pukulan – pukulan yang makin melemahkan iman. Hingga akhirnya, tanpa perbaikan stamina, sang mukmin akan ‘ dikanvaskan ‘ dan bertekuk lutut dibawah kekuasaan setan.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: