Zaman Ketika Istri Menjadi Pengantar Setan

Setan adalah pekerja yang tangguh. Semangatnya tinggi dan tak kenal menyerah. Sayangnya, ia bekerja untuk kesesatan. Bukan untuk ridha Allah. Lantaran sejak awal tekadnya adalah menyesatkan manusia, sudah tentu kita harus menyiapkan langkah – langkah menghadapinya. Yang tersulilt adalah menghadapi setan ketika ia menyerang hati. Sebab, serangan ke sasaran ini selalu berupa serangan tersamar yang seringkali tidak kita sadari.

Namun, tidak selamanya setan dapat menyerang hati kita. Serangan hanya dapat dilancarkan melalui apa yang disebut oleh Imam Ghazali sebagi madkhaal ( pintu masuk ). Kalau kita memiliki pintu tersebut, maka setan akan mudah memasukkan penyakit – penyakit kedalam hati kita.

Yang disebut madkhaal adalah suatu penyakit yang memang sudah ada dalam hati kita. Penyakit atau kelemahan ini kemudian mengundang setan untuk masuk. Lalu, mengundang masuknya penyakit lain hingga semakin parah.

Inilah yang disebut dalam Al – Qur’an dengan Fii quluubihim maradh fa zaadahum al maradha ”  ( di dalam hati mereka terdapat penyakit, kemudian penyakit tersebut mengundang penyakit lain ).

Menurut Imam Ghazali, diantara pintu – pintu setan yang sangat besar yang dapat mengundang penyakit lain adalah Al – Hirs. Yakni, ambisi atau keinginnan yang berlebih – lebihan dan hasad ( kedengkian ).

Orang yang memiliki penyakit ini, jika sudah menginginkan sesuatu dengan amat sangat, maka keinginannya itu akan membuatnya menjadi buat dan tuli. Untuk meraihnya, ia dapat melakukan apa saja asal tujuan tercapai. Lalu, dalam hatinya mulai tumbuh berbagai penyakit hati yang salah satunya adalah hasad. Ia akan iri melihat orang lain mencapai keinginannya, sementara ia tidak bisa mencapainya. Lalu, hadirlah perasaan dendam terhadap orang lain.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan, “ Kalau engkau sudah mencintai sesuatu dengan amat sangat, maka kecintaanmu kepadanya akan akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli. “

Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan akan ambisi yang berlebihan ini. Beliau bersabda : “ Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena istrinya.“  Lalu, sahabat bertanya , “ Ya Rosulallah SAW, bagaimana seorang suami bisa celaka karena istrinya ? “

Rosulullaah SAW menjawab, “ Istri menuntutnya dengan tuntutan – tuntutan yang tidak sanggup dipenuhi oleh suaminya. “

Artinya, sang istri mengajukan keinginan – keinginan yang suaminya sama sekali tidak sanggup untuk memikulnya. Akibatnya, suaminya memasuki beberapa pintu mencari rezeki dengan cara apapun, bahkan yang haram sekalipun. Disinilah sang suami bisa celaka karena istrinya. Dan istri seperti ini dapat menjadi pengantar setan juga.

Coba, lihatlah sekeliling kita. Sudahkah zaman yang disebutkan Rosulullaah SAW itu tiba ??

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: