Sujudlah Sampai Betul – betul Sujud

Gambar

Grusa – grusu, tergesa – gesa, awalnya dimaksudkan agar suatu pekerjaan cepat tuntas. Tetapi, hampir selalu, yang namanya tergesa – gesa membuat kualitas suatu pekerjaan jadi berkurang. Bahkan, bisa – bisa malah tak terselesaikan. Lihatlah di jalan raya, bagaimana para sopir angkutan umum tergesa – gesa mengejar setoran. Seruduk sana seruduk sini. Nyalip dari kiri, melawan arus, memotong marka pemisah jalan dan ngeblong di lampu merah. Setoran mungkin terkejar. Tetapi, berapa banyak orang yang terancam bahaya akibat aksi itu. Kalau nyenggol kendaraan lain atau berurusan dengan polantas, acara mengejar setoran pun bisa berantakan. Sholat mengajarkan kita sikap thuma’minah. Yakni, lawan dari sikap tergesa – gesa tadi. Tenang tapi tetap bergerak maju. Ibarat pembalap profesional yang tak perlu zig – zag untuk menyalip lawannya. Tetap tenang tetapi mantap melaju.

Dalam sholat, antara satu gerakan dengan gerakan yang lain ada jeda thuma’minah ini. Antara berdiri dengan ruku’, lalu berdiri lagi, sujud, duduk diantara dua sujud dan seterusnya, ada sikap tenang. Mirip antrian panjang yang tertib. Tidak saling salip. Cara sholat yang seperti ini menumbuhkan pula ketenangan di dalam hati orang yang melakukannya. Kekhusyu’an pun mudah diperoleh.

Setan tahu persis pelajaran ini. Itu sebabnya, ia lancarkan gangguan untuk merusaknya. Dibuatnya orang yang sholat jadi tergesa – gesa. Ibnul Qoyyim berkata, sesungguhnya ketergesa – gesaan itu datangnya dari setan. Sebab, tergesa – gesa adalah sikap gegabah, asal dan sembrono yang menghalangi seseorang untuk berperilaku hati tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Menurut Ibnul Qoyyim, banyak dampak negatif sikap tergesa – gesa. Sikap ini sendiri muncul karena dua perilaku buruk. Yakni, sembrono dan buru – buru sebelum waktunya.

Sholat yang normalnya dikerjakan dalam waktu 10 menit misalnya, karena tergesa – gesa bisa diselesaikan dalam waktu lima menit atau kurang. Tentu saja, sholat yang seperti itu, pelaksanaannya jadi asal. Tak ada ketenangan atau thuma’minah.

Di zaman Nabi Muhammad SAW, ada seseorang yang sholat dengan tergesa – gesa. Nabi lalu menyuruhnya mengulangi sholatnya. Beliau bersabda : ” Kalau kamu sholat bertakbirlah ( takbiratul ihram ). Lalu bacalah dari Al – Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’ lah sampai kamu benar – benar ruku’ sampai kamu tegak berdiri. Kemudian sujudlah samapi kamu benar – benar sujud. Lakukanklah hal itu dalam setiap sholatmu “ ( H.R Bukhari – Muslim )

Niscaya, sholat yang seperti ini betul – betul mampu mendatangkan kenikmatan dan ketenangan di dalam hati orang yang menjalankannya. Hati yang tenang adalah sumber dari keteraturan di dalam setiap aktivitas seseorang sepanjang hidupnya. Thuma’minah saat sholat membuatnya thuma;minah di dalam kehidupannya. Alangkah nikmatnya kalau hidup jadi ibarat sajadah panjang.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: