Jadi Seperti Latihan Tenaga Dalam

Sejak takbiratul ihram ( takbir pertama ), setan menyerang dengan gencar. Serangan pertama ini adalah dengan menumbuhkan perasaan was – was, ragu dan hati yang tidak mantap. Orang terkena gangguan setan, saat bertakbir ” Allaahu Akbar “ ia merasa ragu apakah takbir yang baru dilakukannya itu sah atau tidak. Karena itu, ia langsung mengulang takbirnya.

Tetapi, lagi – lagi muncul perasaan bahwa takbirnya belum pas. Ini terus berlangsung berulang – ulang. Bahkan kadang sampai imam hampir ruku’, ia masih direpotkan oleh urusan takbir. Akibatnya, ia jadi terburu – buru membaca Al – fatehah yang juga jadi syarat sahnya sholat. Parahnya lagi, jika was – was dan keraguannya itu tak segera di obati, ia bisa ketinggalan rakaat pertama.

Ini ibarat pembalap yang ketinggalan start di arena balap. Karena ketinggalan itu, ia pun melanjutkan sholatnya dengan tidak tenang, Baru baca Al – Fatehah imam sudah ruku’. Belum selesai bacaan ruku’, imam sudah berdiri. Begitu seterusnya.

Ibnul Qoyyim berkata, ” Termasuk tipu daya setan yang banyak mengganggu mereka adalah was – was dalam bersuci ( berwudhu ) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat. was – was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman. Bahkan, bisa mengeluarkan mereka dari garis yang telah disunahkan Rosulullaah SAW. ”

Ibnul Qoyyim menjelaskan, keluarnya orang yang diganggu setan itu dari garis yang telah disunahkan ( dicontohkan ) oleh Rosulullaah SAW, diantaranya, karena mereka berpikir bahwa apa yang telah di contohkan oleh Rosulullaah SAW tidak cukup. Karena itu, mereka merasa butuh sesuatu atau amalan tambahan untuk memantapkan niatnya. Padahal, itu tidak diperlukan. Bahkan, menambah – nambah sesuatu yang telah dicontohkan Nabi sama artinya dengan membuat aturan baru.

” Akhirnya, mereka terjerumus ke dalam persepsi yang salah, kerepotan dalam pelaksanaan ibadah serta pahala yang berkurang atau malah rusak, “ jelasnya. Dalam praktik sholat keseharian, memang sering kita melihat orang yang mengulang – ulang takbirnya, sementara jamaah sudah sholat sejak beberapa waktu sebelumnya. Kelihatan, orang itu berusaha keras agar bisa khusyu dalam takbirnya. Malah, ada pula yang sampai menambah – nambah apa yang dicontohkan Nabi. Misalnya, dengan membuat gerakan takbir seperti orang berlatih tenaga dalam. Ada pula yang menggerakkan tangannya memutar sebelum bersedekap.

Inilah yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim sebagai ” menambah – nambah apa yang dicontohkan Rosulullaah SAW. “ Ini pula hasil gangguan setan kepada orang yang sholat di babak awal.Gangguan ini masih berlanjut. Pada tahap selanjutnya, yakni dengan mengacaukan konsentrasi orang yang sholat. Ini gangguan yang parah. Sebab, sholat memang membutuhkan konsentrasi agar tumbuh kesadaran bahwa kita sedang menghadapi Sang Maha Pencipta.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: