Bebas dari Perbudakan Setan

Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menegaskan, barangsiapa menggantungkan sesuatu, Allah akan menggantungkannya kepadanya. Maksudnya, jika seseorang menggantung, memiliki, dan menyimpan jimat, Allah akan membuatnya selalu tergantung dan terikat padanya.

Dengan kata lain, ia diperbudak oleh jimatnya itu. Padahal, dibalik jimat itu ada biang keroknya, yakni setan. Maka, itu berarti pula pemilik jimat berada menjadi budak setan. Itu sebabnya, Allah memberi penghargaan besar bagi siapa saja yang membuang atau memusnahkan jimat. dalam sebuah hadist disebutkan : ” Barangsiapa memutus suatu tamimah ( jimat ) dari seseorang, maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak. “

Karena itu, segeralah memerdekakan diri dari perbudakan setan dengan memusnahkan jimat – jimat yang kita miliki. Juga, yang dimiliki oleh anggota keluarga, sahabat dan relasi kita. Tetapi, masih banyak orang yang ragu atau tak berani melakukannya sendiri. Wajar, karena didalam benak mereka masih tertanam kepercayaan keliru yang memandang hebat jimat – jimat tersebut.

Mereka khawatir ada pembalasan dari demit, sing mbahureksa atau khadam jimat – jimat tersebut. Padahal ini adalah pemahaman yang sangat keliru. Menurut para ulama yang hanif ( lurus ), untuk memusnahkan jimat tidaklah sulit. Tetapi, memang harus berhati – hati. Setiap muslim bisa memusnahkannya. Tidak perlu menjadi ustadz dulu untuk melakukannya.

Yang pertama perlu ditekankan, milikilah keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang Maha Kuat dan jin itu sangat lemah. ” Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. “ ( QS. An Nisa : 76 ).

Ini perlu ditegaskan, agar kita tidak memiliki rasa was – was  yang nantinya malah dimanfaatkan jin untuk mencelakakan kita. Apalagi, jin sesat itu sudah kadung kerasan karena dipertuhankan oleh pemilik jimat tersebut. Setelah itu, tanamakan rasa tawakkal yang tinggi. Tawakkal artinya menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah. Bayangkan, Allah jadi ‘beking’ kita. Apa perlunya takut kalau kita punya beking yang tak terkalahkan ?

Seperti sabda Nabi : ” Barangsiapa ingin menjadi manusia terkuat, bertawakkallah kepada Allah. “ ( HR. Hakim, Abd bin Humaid, Syihab, Al – Haitsami dari Ibnu Abbas ).

Lalu, bacakan ta’awwudz, ayat kursi atau ayat – ayat ruqyah lainnya untuk melindungi diri kita. Kemudian hinalah jimat itu, seperti Amr bin Yasir meludahi patung Hubal. Untuk memusnahkan, bakarlah jika jimat itu terbuat dari bahan yang bisa di bakar seperti kertas, kain dan kayu. Bakar juga jimat yang terbuat dari bahan yang tidak hancur dibakar seperti keris, tombak dan batu.

Ini pernah dilakukan oleh Nabi Musa as ketika beliau membakar patung anak sapi yang dibuat dari emas. Jika tak bisa dihancurkan, buang atau pendamlah. Tetapi, jangan sampai ditemukan orang lain yang potensial memperlakukannya sebagai jimat kembali.

Masih ragu juga, mintalah bantuan ulama yang hanif yang menyandarkan segala nasehat dan perbuatannya pada petunjuk Al – Qur’an dan teladan Rosul. Jangan keliru minta tolong kepada orang yang justru berkawan dengan setan.

Dengan cara ini, semoga kita akan betul – betul bebas dari perbudakan setan.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: