Baca Ta’awwudz, Setan Ngacir

Gambar

Siapapun bisa mengalami yang namanya penampakan. Tidak ada kecuali. Tetapi, reaksi orang menghadapinya memang berbeda – beda.

Menurut seorang ustadz, sebetulnya ketika menghadapi penampakan, itulah saat untuk mengukur diri kita. Saat itu kita bisa tahu apakah kita lebih dekat kepada Allah atau kepada setan dengan melihat reaksi saat itu.

Takut sebagai reaksi awal adalah wajar. Maklum, melihat sesuatu yang diluar kebiasaan lalu takut adalah manusiawi. Seperti tiba – tiba berhadapan dengan anjing galak, lalu menjerit ketakutan dan lari ngacir, itu juga reaksi yang tidak melanggar aturan apapun.

Orang boleh takut yang seperti itu, meskipun kepada selain Allah. Tetapi yang tidak boleh adalah tunduk jatuh kepada yang ditakutinya. Misal, penampakan yang kita saksikan itu, tiba – tiba menyuruh kita untuk bersujud kepadanya. Wajib hukumnya untuk tidak menuruti perintah itu, betapapun takutnya kita kepada setan itu.

Atau ada dukun dan orang pintar yang memberi saran agar kita mempersembahkan sesaji agar tidak di ganggu setan tadi, wajib juga kita abaikan perintah itu. Sebab, itu artinya ketakutan telah membuat kita tunduk patuh kepadanya. Padahal, tunduk dan patuh hanya boleh kita tujukan kepada Allah.

Setan senantiasa menggoda dan mengganggu hamba Allah yang beriman dan berupaya beriman. Sebab, misi utama mereka adalah menyesatkan manusia untuk menjadi teman mereka di neraka kelak.

Seperti iklan softdrink, usaha mereka menyesatkan manusia itu, dilakukan kapan saja, dimana saja , dan terhadap siapa saja. Saat kita tidur, melek, bekerja, di masjid, di kantor, di kamar mandi, singkatnya dalam situasi dan kondisi apapun mereka tak pernah henti menyesatkan kita. Termasuk, dengan jalan melakukan penampakan itu.

Takut saja tak menyelesaikan masalah. Sebab, serangan setan begitu gencar. Karena itu. Allah berpesan agar kita selalu waspada terhadap musuh kita tersebut. Allah juga memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan-Nya.

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungannya kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, “ ( QS. Fushshilat : 36 )

Rosulullaah SAW juga berpesan kepada umatnya, sebagaimana diceritakan oleh Abu Dzar, sahabat beliau ” Ketika aku masuk masjid, Rosulullaah SAW ada di dalam. lalu aku datang menghampiri beliau. Beliau berpesan : ”  Wahai Abu Dzar, mintalah perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan jin dan setan manusia.”

Aku bertanya : ” Apakah ada setan di kalangan manusia ? Beliau menjawab ” ya . “ ( HR Nasai ).

Bagaimana meminta perlindungan Allah ? Mudah saja. Kalimat permohonan perlindungan itupun diajarkan-Nya kepada kita, yakni ” A,’uudzu billaahi minasy syaithaaniir rajiim.. , “ Artinya, ” Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.., “ Mendengar kalimat itu dibacakan, setan manapun bakalan ngaciiirr.

Kita sudah lama mendengar pepatah, ” Ibarat bergantung di akar yang lapuk, “. Begitulah gambaran perbuatan meminta perlindungan dari gangguan setan kepada dukun. Sebab, mereka sendiri adalah mitra para musuh Allah itu. Maka, langkah yang tepat adalah meminta perlindungan langsung kepada Allah. Sebab, tak ada lagi yang dapat mengganggu kita kalau Allah memberikan perlindungan. Sebaliknya, kalau Allah mengabaikan kita, tak ada siapapun mampu memberi perlindungan.

Jurus berikutnya sudah sangat sering kita dengar. Lima kali sehari kita mendengarnya. Tetapi, banyak yang tak sadar kalau itu adalah jurus mengahadapi penampakan.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: