Ikut Hizbullah atau Hizbusy Syaithan ?

Suatu hari Nabi Muhammad SAW membuat satu garis lurus diatas tanah. Lalu, beliau membuat garis – garis di sekitar garis lurus itu menyerupai persimpangan – persimpangan. Kemudian, beliau membaca firman Allah : ” Dan bahwa ( yang kami perintahkan ) ini adalah jalan – Ku yang lurus, makaikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan – jalan yang lain, karena jalan – jalan itu mencerai – beraikan kamu dari jalan – Nya. “ ( QS. Al – an’am : 153 )

Setelah itu, beliau menunjuk dengan ujung jarinya di atas garis yang lurus, seraya bersabda : ” Dan masing – masing¬† golongan dari dua kelompok ini, ada setan yang mengajak manusia kepadanya. “

Di persimpangan – persimpangan itulah, Nabi menyebut adanya setan – setan yang mengajak manusia untuk bergabung dengan golongannya. Artinya, tak pernah ada jalan menuju kebenaran yang betul – betul mulus dari gangguan setan.

Mereka tetap berada di jalan yang lurus itu, disebut Allah sebagai Hizbullah ( golongan Allah ). Sementara golongan yang mengajak untuk bergabung di persimpangan – persimpangan yang membawa mereka makin jauh dari Allah itu adalah Hizbusy Syaithan ( golongan setan ).

Peperangan antara al – haq dan al – bathil antara kedua golongan ini adalah peperangan yang abadi.

Bagaimana bisa berdamai ? Hizbullah adalah kelompok manusia pembela Allah, sedangkan hizbusy syaithan adalah kelompok manusia pembela dan pemuja setan.

Al – haq ( kebenaran ) dan Al – bathil ( kesesatan ) tidak akan pernah bertemu dalam satu tempat dan selalu bertolak belakang. Keduanya selalu bertarung sejak manusia pertama diciptakan Allah, dan akan selalu berperang sampai datang hari kiamat.

Di barisan Al – haq ada para Nabi dan Rosul, Syuhada, dan orang – orang soleh. Sedangkan diobarisan Al – bathil ada iblis, setan, sebagian jin, orang – orang yang mengikari Allah, menyekutukan Allah ( musyrikin ) dan munafik.

Dalam lingkup kecil, peperangan antara Al – haq dan Al bathil terjadi di qalb ( hati ) kita. Disini pun, setan bermain dengan embisikkan kesesatan.

Bagi mereka yang hatinya bersih, bakal menemukan jalan kebenaran. Seperti ditegaskan oleh Allah , ” Dan jiwa serta penyempurnaannya ( ciptaannya ), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ( jalan ) kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya “ ( QS. Asy Syam : 7 – 10 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: