Lawan Dengan Tangan, Lidah dan Hati

Kemiskinan, kebodohan dan penyakit merupakan senjata – senjata setan sekaligus menjadi iklim yang mengembangbiakkan virus – virus kejahatan. Dalam keadaan miskin seseorang lebih mudah untuk tergoda melakukan sesuatu yang melanggar aturan Allah, demi terlepas dari himpitan kemiskinan.

Setan membisikkan kepada si miskin agar mencari jalan pintas dengan berbuat kriminal misalnya. Atau, mendatangi dukun – dukun yang menjanjikan kekayaan dengan jalan bersekongkol dengan makhluk gaib.

Penyakit juga merupakan senjata setan. Setan membisikkan kepadanya agar berputus asa dari rahmat Allah. Bunuh diri misalnya. Atau, pasrah bongkokanpada saran dukun yang menuntunnya melakukan ritual – ritual syirik demi mencapai kesembuhan.

Dr M Quraish Shihab MA, Ulama tafsir Al – Qur’an dalam bukunya, Wawasan Al – Qur’an, Tafsir maudhu’i atas Pelbagai persoalan Umat mencontohkan, setan bahkan pernah mengganggu Nabi Ayyub yang menderita penyakit menahun.

” Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan ( penyakit ). “ ( QS Shaad : 41 )

Tetapi, Nabi Ayyub selamat dari gangguan setan dengan kesabarannya yang luar biasa.

Kebodohan juga merupakan senjata dan lahan subur bagi setan untuk memberi janji – janji kepada manusia. Seperti ditegaskan dalam surat An – Nisaa : 120.

” Setan selalu memberi janji – janji kepada mereka, dan membangkitkan angan – angan kosong pada mereka. Padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka. “

Menghadapi setan, dari golongan jin maupun manusia, seseorang dituntut untuk berjihad. Ini penting agar tercipta situasi yang sehat untuk menghalangi tersebarnya wabah dan virus iman yang diakibatkan olehnya. Al Qur’an dan hadist ( teladan Nabi ) menjelaskan cara menhadapi mereka. Intinya dijelaskan oleh sabda Nabi :
” Siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dicegahnya dengan tangannya ( perbuatan ). Bila ia tidak mampu, cegahlah dengan lidahnya ( kata – kata ). bila tidak mampu maka tolaklah dengan hati. “

Inilah jihad yang wajib dilakukan setiap orang dalam melawan tipu daya setan.

Selanjutnya, jihad juga dilakukan dengan memberantas kebodohan, kemiskinan dan penyakit agar setan tak dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk menyesatkan manusia. Setan pun berjihad dalam menyesatkan manusia. Segala upaya ditempuhnya dengan sungguh – sungguh. Kalau kita tidak melawanya dengan kesungguhan yang setimpal, niscaya kita terkalahkan.

Pantaslah Allah dalam surat Ali Imraan ayat : 142 menegaskan pentingnya jihad ini. ” Apakah kamu menduga akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang – orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata pula orang – orang yang tabah ? “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: