Awas, di Sana Sini Ada Setan

zd27

Manusia memang diberi amanat Tuhan untuk mengelola bumi ini. Tetapi bumi bukan tempat eksklusif untuk manusia. Hewan, tumbuhan serta makhluk – makhluk gaib juga punya hak untuk menempatinya. Bahkan, manusia punya tugas lebih berat. Yakni,menjadi rahmatan lil ‘alamiin atau rahmat bagi seluruh alam.

Bedanya dengan hewan dan tumbuhan, makhluk gaib tidak menempati alam yang sama dengan manusia. Meski sama – sama menempati bumi, makhluk gaib tak akan membuat bumi menjadi padat. Lain dengan manusia yang pertumbuhannya selalu membuat habitat tumbuhan dan hewan makin sempit.

Syariat Islam mengakui dengan tegas keberadaan makhluk gaib. Bahkan, mengimaninya menjadi sebuah kewajiban. Mengimani makhluk ( artinya ciptaan Sang Khalik, Tuhan ) gaib, baik itu malaikat, hari akhir, surga, neraka, termasuk jin dan setan adalah salah satu ciri orang yang bertakwa. Namun, mencari – cari tahu urusan makhluk gaib ini secara lebih detail malah justru terlarang.

Sebab soal – soal gaib adalah mutlak otoritas Allah, Bahkan, para Rasul – Nya hanya mendapat sedikit penjelasan.

Oleh karena itu, kewajiban kita hanya mengimani dan mengetahui yang sedikit itu. Jangan mencari – cari lebih detilnya. Tidak ada manfaatnya dan memang tidak ada yang lebih mengetahuinya kecuali Allah.

Di antara pengetahuan yang sedikit itu disebutkan dalam Al – Qur’an Surat Al – A’raf ayat : 16 – 17 yakni sumpah iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah melalui bantuan tentara – tentara yang berwujud setan. Setan – setan ini akan mencoba segala jalan kesesatan dari arah kanan kiri, depan maupun belakang. Jadi, tak perlu heran ataupun takut. Kenyataannya, sepanjang hidup kita, dunia memang dipenuhi setan.

Tak semua setan bekerja dengan melakukan penampakan. Tergantung situasi, kondisi dan misinya. Baik malaikat maupun jin sama – sama punya kemampuan menampakkan diri di tengah alam manusia. Bedanya, malaikat adalah makhluk yang selalu tunduk kepada Allah.

Karenanya, malaikat tak akan mewujud dalam penampakan yang berakses negatif pada manusia. Sementara setan sebaliknya, ia akan melakukan penampakan justru dalam rangka melakukan misi penyesatan akidah manusia.

Ulah setan dalam wujud penampakan ( tuyul, kuntilanak, gendruwo, leak, dan semacamnya ), gangguan fisik, penyimpangan – penyimpangan hukum alam ( kekebalan, mampu berjalan diatas air, pergi ke tempat jauh dalam waktu sekejap dan semacamnya ), konspirasi sihir dengan manusia, ( santet, ramalan, pengasihan dan semacamnya ), tak lain dan tak bukan adalah upaya setan untuk membuat manusia percaya akan kekuatannya. Juga agar manusia takut kepadanya, lalu memohon bantuan atau perlindungan sesuai dengan cara – cara yang dimintanya. Sekali manusia menuruti kehendak setan, ia akan terus menjadi temannya sampai manusia itu bertaubat dan kembali ke jalan – Nya.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: