Khinzib Bikin Kacau Bacaan Sholat

Gambar

Sholat jelas butuh konsentrasi. Dalam bahasa syariat, artinya khusyu. Menurut para ulama, sholat yang khusyu bukan berarti kita melupakan keadaan sekitar. Tetapi, pikiran terfokus hanya kepada Allah.

Dalam keterangan hadist, khusyu berarti kita berupaya untuk merasakan tengah berada di hadapan Allah. Jika tidak mampu, kita harus yakin bahwa Allah melihat kita.

Disamping itu konsentrasi jelas dibutuhkan dalam sholat, karena seluruh bacaan sholat punya makna yang harus dipahami. Tanpa konsentrasi, bisa – bisa bacaan sholat itu hanya menjadi gumaman tak bermakna. Atau, malah jadi kalimat yang yang bermakna buruk.

Nabi Muhammad SAW sendiri pernah menegur sahabatnya yang sholat dalam keadaan mabuk. Ketika itu, Khamr ( miras ) belum diharamkan. Saat sahabat yang sedang mabuk itu sholat, bacaan sholatnya berubah menjadi makian – makian terhadap dirinya sendiri. Artinya, tanpa konsentrasi bisa – bisa bacaan sholat kita juga berubah jadi doa yang buruk.

Setan tahu betul soal ini, Itu sebabnya, gangguan kedua yang dilancarkannyaadalah merusak konsentrasi orang yang sedang sholat. Akibatnya, kita lupa bacaan sholat. Bacaan Al Fatehah yang jadi penentu sah tidaknya sholat atau surat lainnya. Bisa pula, sebenarnya kita sudah baca, tetapi kita merasa belum membacanya.

Kalau kita sholat sendirian, ketidakkonsentrasian itu akan menyebabkan sholat kita hampa dan tak bermakna. Pikiran jadi tidak tenang dan malah kusut dan semrawut. Akhirnya nikmatnya sholat tidak terasa.

Selanjutnya, jika sholat tak lagi terasa nikmat, tak ada lagi semangat untuk menjalankannya. Orang yang seperti ini pada akhirnya cenderung untuk meninggalkan atau mengabaikan sholat. Ini semua berawal dari konsentrasi yang dirusak oleh setan.

Kondisi sholat seperti ini juga pernah dialami oleh seorang sahabat Nabi, Utsman bin Abil Ash. Ia datang kepada Rosulullaah SAW dan melapor kepada beliau.

Wahai Rosulullaah, sesungguhnya setan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaan sholatku kacau dan rancu, katanya.

Rosulullaah SAW menjawab, itulah setan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, meludahlah kekiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah.

Utsman bin Abil Ash mengikuti saran Nabi. Sejak itu, Allah menghilangkan gangguan setan itu dari sholatnya.

Gangguan semacam kekacauan konsentrasi itu juga jadi jenis gangguan setan yang ketiga. Namun, yang ini lebih spesifik. Yakni, membuat orang yang sholat lupa hitungan rokaat. Padahal jumlah rokaat adalah hal yang sangat penting dalam sholat. Repot kan kalau sholat mahgrib yang hanya 3 rokaat jadi 4 rokaat karena lupa ? Atau sholat ashar yang 4 rokaat malah cuma dijalankan 3 rokaat ?

Sahabat Nabi juga mengalami hal seperti itu.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: