Setan Menangis Terkenang Masa Silam

Gambar

Seberapa sering kita dipermalukan oleh setan ? Musuh besar kita itu sangat sering mengalahkan kita. Kita dibuat malu, marah dan sedih. Bahkan, seringkali sampai menangis saking malu dan sedihnya.

Memang, ketika setan tengah membuai kita dengan tipuannya, kita sering tidak sadar. Lalu, asyiklah kita tenggelam dalam kemaksiatan. Allah pun terlupakan. Syariat yang dibawa oleh Rosulullaah SAW pun terabaikan. Tetapi, begitu Allah mengingatkan lewat musibah, kitapun sadar betapa setan telah mengalahkan kita.

Lihat saja sekeliling kita. Betapa banyak yang asyik mengikuti ajakan setan dengan membudayakan dan membudidayakan molimo. Tetapi, saat nya musibah datang karena perbuatan mereka sendiri, misalnya masuk rumah sakit karena jantung yang remuk digerus miras, hutang yang bertumpuk karena dihisap judi atau virus HIV yang berkeliaran di dalam tubuh karena kelonan dengan pengidapnya, barulah kita menangis di hadapan Allah. Malu kepada Allah, marah kepada setan dan sedih karena lemahnya diri ini menghadapi setan, simusuh besar.

Cobalah sesekali membalas kekalahan dari setan. Atau, kalau mungkin kalahkan dia terus. Jangan beri dia kesempatan lagi untuk mengalahkan kita. Kita buat dia gantian menangis karena kalah menghadapi kita.

Sebetulnya, mudah saja untuk membuat setan menangis. Setan tertawa jika kita meninggalkan Allah. Sebaliknya, mereka menangis jika anak cucu Adam patuh dan taat kepada perintah Allah dan meneladani Rosulullaah SAW.

Contohnya saja, Nabi mencotohkan kepada umatnya untuk bersujud jika mendengar ayat sajdah dibacakan. Salah satu ayat sajdah itu adlah surat Ar Ra’d ayat 15 : ” Hanya kepada Allah sujud ( patuh ) segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa. ( Dan sujud pula ) bayang – bayangnya diwaktu pagi dan petang. “

Jika kita sujud begitu mendengar ayat itu dibacakan, setan akan menangis sejadi – jadinya. Ia teringat masa lalunya yang kelam. Yakni, masa yang membawanya pada kehancuran sepanjang masa.

Ketika itu, Allah memerintahkannya untuk bersujud kepada Adam yang baru saja diciptakan. Namun, iblis nenek moyang setan, menolak perintah Allah itu. Alasannya, ia merasa lebih baik dari Adam lantaran ia diciptakan dari api, sedang Adam hanya dari tanah liat.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah ra disebutkan Rosulullaah Saw bersabda : ”  Jika anak cucu Nabi Adam as membaca ayat sajdah kemudian mereka bersujud, maka setan pun menangis. Ia meratapi nasibnya ‘aduuuhhh… celaka !!! ‘. ” ( HR. Muslim )

Dlam riwayat hadist lain disebutkan, setan berkata, ” Celakalah aku Anak cucu Adam disuruh sujud lalu mereka bersujud, maka mereka masuk surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, tetapi aku tidak mau, maka bagiku neraka. “ ( HR. Muslim )

Ayo kita buat setan menangis. Sebab, tangisan setan adalah tanda ketaatan kita kepada Allah. JIka setan tersenyum, tertawa dan bersorak – sorak gembira, bayangkanlah di sisi lain ada Allah yang murka menatap kita.

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: