Daya Ingat Tiba – tiba Meningkat

shalat diganggu setan

Insomnia alias tidak bisa tidur ?  Ikut sholat Jum’at saja. Pas Khatib berkhutbah dijamin tertidur. Kehilangan barang ? Sholat saja. Dijamin, saat sholat tiba – tiba teringat dimana menaruh barang yang hilang itu.

Itulah guyonan yang banyak beredar di antara kita. Kelihatannya sepele. Tetapi sesungguhnya bermakna dalam. Sebab, guyonan itu bisa membuat kita menilai rendah ibadah sholat. Lain soal kalau itu dijadikan bahan introspeksi atau koreksi diri. Artinya, kita sadar bahwa baru sebatas itulah kualitas ibadah kita dan bertekad meningkatkannya.

Dua kondisi tadi, penyebabnya sama, yakni gangguan setan. Setan membuat kita kehilangan konsentrasi dengan menghadirkan pikiran – pikiran tadi. Sekilas memang terkesan kita mendapat berkah Allah lantaran barang yang hilang jadi bisa ditemukan kembali. Tetapi, itulah jahatnya setan. Dijadikannya jebakan sebagai sesuatu yang terkesan menyenangkan.

Ketika takbiratul ihram, biasanya kita masih dalam kondisi khusyu. Berkonsentrasi penuh pada bacaan sholat. Tapi baru saja takbir diucapkan, muncullah pikiran tadi. Barang yang hilang dan kita cari – cari sebelum sholat, tiba – tiba kita ingat dimana meletakkannya. Atau, masalah ruwet yang kita pikirkan sepanjang hari sebelumnya, tiba – tiba saja terbetik ide untuk solusi saat kita sholat. Bahkan, banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya justru teringat jelas di saat sholat.

Bukan hanya konsentrasi yang buyar. PIkiran – pikiran tadi seringkali membuat kita jadi tergesa – gesa menyelesaikan sholat. Ingin segera menemukan barang yang hilang tadi. Ingin segera menuntaskan masalah yang ruwet dengan ide yang diperoleh saat sholat.

Hal itu akan terus berlangsung sepanjang sholat, jika kita tidak segera mengembalikan konsentrasi pada bacaan sholat. Sebab, setan memang tak pernah melepaskan perhatian dari diri orang yang sholat. Dicarinya segala celah untuk merusak kualitas sholat orang itu.

Lebih 14 Abad yang lalu, Nabi Muhammad sudah mengingatkan hal tersebut. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda, “ Jika dikumandangkan adzan untuk sholat, setan akan berlari sambil terkentut- kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Jika muadzin telah selesai melantunkan adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dilantunkan, ia berlari menjauh lagi. Lalu, jika iqamat telah selesai, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat sambil berkata kepadanya ‘ Ingatlah yang tadinya tidak kamu ingat !’ Sehingga orang tersebut tidak tahu sudah berapa rakaat ia sholati “ ( H.R Bukhari ).

Baru godaan keempat, kerusakan kualitas sholat yang ditimbulkan sudah demikian parah. Padahal, masih banyak lagi jurus – jurus yang dilancarkan setan untuk mengganggu orang yang sholat. Sebagian besar ditujukan untuk merusak konsentrasinya.

Konsentrasi atau khusyu membutuhkan suasana hati yang tenang. Hati yang kemrungsung bakal sulit mendapatkan kekhusyukan. Tergesa – gesa karena didesak waktu atau keadaan juga menyulitkan orang meraih kekhusyukan dalam sholat. Inilah yang jadi jurus setan berikutnya : membuat orang tergesa – gesa menjalankan sholat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: